Miskonsepsi tentang Gamers dari Non-gamers
1. katanya main game gak ada untungnya. nyatanya banyak orang diluar sana yang bisa belajar bahasa inggris lewat game, belajar sejarah lewat game, dan ingat, gak semua game berbau kekerasan atau tembak tembakan. Banyak juga game edukatif disana dan juga mengasah otak kita dalam mengatur strategi atau memecahkan berbagai masalah. Contohnya game simulasi seperti The Sims Series yang bikin kreatif dalam membangun rumah atau Football Manager yang mengasah otak kita dalam mengatur strategi. Jadi gw rasa buat yang mereka bilang main game gak ada gunanya itu mereka yang gak pernah main game dan hanya melihat game-game kekerasan selama ini dalam hidupnya.
2. Bermain game itu bikin orang menyukai tindak kriminal dan kekerasan. Padahal nyatanya bermain game itu bisa untuk menghilangkan stres, merelaksasi diri, dan pastinya memberikan pengalaman yang seakan-akan masuk kedalam dunia yang baru. Banyak juga penelitian yang menunjukan tidak ada hubungannya bahwa bermain game dan tindak kekerasan pada anak-anak, walaupun ada research yang mendukung argumen sebaliknya. Intinya kita emang sering bunuh orang di GTA atau potong-potong tubuh di Dead Rising atau nembak brutal di COD, tapi gw rasa kebanyakan dari kita bisa galau kalo gak sengaja nabrak anjing sampe mati dan gw rasa semua temen gw yang gamers itu damai-damai aja orangnya. Memang ada beberapa kejadian kriminal karena alasan bermain game kekerasan tapi 1 diantara 1 juta gamers di dunia harusnya gak bisa disama ratakan deh.
3. Katanya semua gamers itu cowo. Nyatanya ada polling yang nunjukin bawa persentase gamers cewek juga tinggi (cek disini), dan anggapan bahwa cewek gak bisa main game itu udah lama banget dan jadul abis. Bahwa pada video arcade tahun 70-an sudah banyak cewek bermain game dan sudah banyak juga tim gaming cewek yang berprestasi juga. Jadi jangan beranggapan lagi kalo cewek gak bisa main game ya.
4. Katanya main game bisa bikin bego dan gak bisa bikin pinter sama sekali. Nyatanya bermain game bisa bikin otak lu makin membesar, dan gw punya fakta dan ini data dari Max Planck Institute for Human Development and Charite University Medicine St. Hedwig-Krankenhaus (cek), yang jelas-jelas menyatakan dengan bermain video game Super Mario di N64 selama 30 menit dalam 2 bulan lebih, volume otak kita bertambah, Hippocampus kanan, pricontrol cortex bagian kanan dan cerebellum. Lo makan tuh. Bagian otak yang gua sebutkan tadi berfungsi untuk memori otak kita, strategic planning dan pergerakan otot, dan special navigation. Jadi setelah gw menyebutkan berbasis research masih juga bilang main game bikin bego?
5. Main game itu buang waktu. Udah gila kali ni yang ngomong. Nyatanya mereka yang ngomong main game buang waktu adalah mereka yang menghabiskan waktu juga buat nonton TV, youtube, dengerin radio, baca komik 2 sampai 3 jam sehari. Dan kita yang main game dan bermanfaat buat sistem motorik kita dibilang buang waktu coba. Ada juga Doi pada tuh yang buang waktu buat nontonin Bollywood lahh, anak jalananlah. Betapa Hypocritenya orang-orang yang bilang main game itu buang waktu. Sedangkan Doi sering banget nonton FTV atau series di Netflix atau youtube.
6. Main game itu kaga bakal bikin lu kaya. Ya, itu benar banget kalo kalimat itu diucapkan 20-30 tahun yang lalu. Sekarang main game bisa bikin kaya kok. Coba lo liat Kesai Riddick, PewDiePie atau lokalnya ada Reza Arap, MiauAug, TaraArts atau siapapun youtuber game kesukaan kalian. Mereka bisa dapet ratusan juta tiap bulan dengan main game dirumah, ya dirumah, dan gak harus macet-macetan buat dapetin 3-5 juta sebulan dengan jam istirahat yang mepet. Jadi sekarang cobalah sesuatu dengan game kalian, mungkin tulis reviewnya, adain podcast atauapapun itu dan sebarkan di seluruh sosial media dan media yang sudah tersedia. Dan mari bersama-sama hilangkan stigma kalo main game itu buang waktu. Dan sudah terbukti juga temen gua berhasil hidup dan keliling dunia dengan main CS di tim NXL. So, bisa kaya karna Cuma main game. how cool is that?
7. Ada yang bilang game itu bukan hasil karya seni. Udah gila ni yang bilang. Kalian harus ajarin mereka step by step cara membuat game. Saat membuat game kalian harus mulai dengan konsep, lalu buat script, mapnya, karakternya dan semuanya pasti harus digambarkan? Lalu ada pengisian suara, visual effects, sound effects, mirip kaya pembuatan film kan? bahkan lebih ribet dan rumit karena ada coding, porting dan bla bla bla... lalu kalo film dibilang karya seni kenapa game juga bukan karya seni? tolong diajarin ya itu yang bilang game bukan karya seni.
8. Ini mungkin kekesalan gw yang paling tinggi. bahwa kalo kata orang tua, main game itu kaya anak kecil. Industri game juga tumbuh dewasa dengan generasi terdahulunya. Jadi memang game itu buat anak-anak, tapi anak-anakpada era awal itu sudah dewasa dan membutuhkan game juga sehingga industri game pun tumbuh dewasa bersama mereka. Dan hasilnya banyak game yang rated M dan memang mayoritas rated M untuk game sekarang jadi gak mungkin anak-anak sekarang mainin game-game baru.
source:
https://www.cnet.com/news/video-games-may-cause-aggression-based-on-difficulty-not-violence/
https://consumer.healthday.com/mental-health-information-25/psychology-and-mental-health-news-566/video-games-linked-to-aggression-psychologists-group-says-702433.html
https://link.springer.com/article/10.1007/s11126-007-9056-9
https://www.statista.com/statistics/232383/gender-split-of-us-computer-and-video-gamers/
https://www.washingtonpost.com/news/the-switch/wp/2014/10/17/more-women-play-video-games-than-boys-and-other-surprising-facts-lost-in-the-mess-of-gamergate/
http://theinvisiblegorilla.com/blog/2011/09/13/think-video-games-make-you-smarter-not-so-fast/
https://www.mpg.de/research/video-games-brain
Comments
Post a Comment